3 Cara Investasi yang Baik Bagi Pemula
Others

3 Cara Investasi yang Baik Bagi Pemula

Tidak banyak orang sadar akan pentingnya berinvestasi. Menabung memang menjadi pilihan banyak orang untuk menyimpan uangnya karena dianggap lebih aman tanpa resiko. Hal tersebut tidaklah salah, namun jika berjalan beriringan bersama, hasilnya akan lebih maksimal. Berinvestasi memang perlu dilakukan agar masa depan bisa lebih terjamin. Namun sering kali, menentukan investasi yang benar dan membawa keuntungan cukup membingungkan. Banyak tawaran dalam berbagai bentuk, akan tetapi belum tentu semua bisa benar-benar membawa keuntungan.

Jika sudah memutuskan untuk berinvestasi, sekecil apapun bentuknya, tidak bisa dianggap sepele karena akan membawa pengaruh besar pada hasil keuntungan. Maka tak heran jika banyak orang mengalami kerugian besar karena salah dalam berinvestasi.

Tiga Cara Berinvestasi yang Benar Bagi Pemula

Masih banyak orang yang belum menyadari bahwa berinvestasi sangat penting dilakukan. Memang harus dipisahkan antara uang yang harus diinvestasikan ataupun ditabung. Di jaman yang serba modern ini, cara berinvestasi juga mengikuti perkembangan jaman. Ada tiga cara berinvestasi bagi pemula yang ingin menjalankan bisnis jangka panjang tanpa harus bingung memutarkan uangnya sendiri.

Berinvestasi Melalui Reksadana

Salah satu cara berinvestasi yang tepat bagi para pemula adalah reksadana karena nominal untuk keikutsertaan sangat rendah, sehingga dapat dijangkau oleh banyak kalangan. Hanya dengan Rp 100.000,- siapa saja bisa menginvestasikan uangnya di reksadana. Ada beberapa jenis reksadana yang bisa dipilih diantaranya pasar saham, pasar uang maupun pendapatan tetap.

Meskipun demikian, anda harus tetap memahami seluk-beluk deksadana dan segala keunggulan maupun kelemahannya, karena uang yang anda masukkan di reksadana akan diputar dan dijalankan oleh manajer investasi supaya bisa lebih berkembang.

Untuk mendaftar di reksadana, caranya sangat mudah dan sama dengan membuka rekening di bank tertentu. Setelah tergabung dalam reksadana, anda akan familiar dengan istilah (UP) atau Unit Penyertaan dan (NAB) Nilai Aktiva Bersih. Anda juga harus memahami penghitungan keuntungan saat berinvestasi di reksadana.

Contohnya seperti ini, apabila anda membeli 1.000 NAB dengan harga saham Y Rp 1.500, maka uang yang harus anda bayarkan adalah Rp 1.500.000,-. Di akhir tahun, biasanya NAB dari saham Y akan naik menjadi Rp 2.000.000,-, sehingga anda bisa meraih keuntungan sebesar Rp 500.000,-

Berinvestasi dengan Cara Peer to Peer Lending

Peer to peer lending mungkin masih terdengar cukup asing di Indonesia. Memang jenis investasi online ini terbilang masih baru dan belum banyak yang mencoba peruntungan untuk berinvestasi. Sebagai investor, anda akan memberikan pinjaman kepada peminjam yang sudah mengajukan dengan tujuan tertentu.

Peer to peer lending atau biasa disebut dengan istilah P2P lending ini menyediakan pinjaman untuk modal usaha UMKM, kebutuhan kesehatan maupun pendidikan. Jika anda ingin berinvestasi dengan cara ini, maka bisa langsung bergabung sebagai investor atau pemberi pinjaman.

P2P lending menjadi cara berinvestasi yang tepat karena sangat menjanjikan dengan bunga minimal 18% di setiap tahunnya. Waktu pendanaan yang bisa dipilih yakni 6, 12, 18 sampai 24 bulan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan penerima pinjaman.

Berinvestasi Properti

Investasi yang baik dan cocok bagi pemula selain reksadana dan P2P lending adalah bisnis properti. Meskipun membutuhkan dana yang sangat besar, keuntungan yang bisa dirasakan dalam jangka panjang juga terbilang sangat besar.

Bisnis properti tidak hanya menjadi aset yang akan di jual beberapa tahun kemudian, namun juga bisa mendatangkan passive income bagi pemilik properti dengan cara penyewaan rumah maupun bangunan lainnya.