Definisi Kabel Listrik dan Sejarah Perkembangannya
Others

Definisi Kabel Listrik dan Sejarah Perkembangannya

Zaman sekarang, listrik sudah menjadi suatu kebutuhan yang pokok. Jika pada masa lalu hanya kebutuhan pangan, sandang, dan papan secara dasar saja yang dikategorikan dalam kebutuhan pokok, kini kebutuhan akan listrik pasti selalu masuk di antaranya. Mulai dari mengolah makanan (untuk menyalakan kompor listrik, oven, kulkas, dan sebagainya), membangun perumahan atau gedung (untuk penerangan, alat pengaduk semen, bor listrik, dan sebagainya), hingga berbagai kegiatan untuk menghibur diri seperti televisi, radio, internet, handphone, dan masih banyak lagi. Bisa disepakati di sini jika hampir semua hal kini membutuhkan listrik.

Selain berterimakasih pada Thomas Alva Edison yang menemukan listrik, sudah sepantasnya kita juga berterimakasih pada mereka yang telah menemukan atau mengembangkan kabel listrik sebagai suatu alat yang sangat krusial dalam dunia perlistrikan.

Kabel listrik, seperti yang kita semua tahu, adalah alat yang digunakan untuk menghantarkan listrik. Untuk bisa dimanfaatkan dengan sempurna, arus atau daya listrik yang tercipta harus disalurkan. Zaman dahulu, hal ini sempat menjadi momok bagi para ilmuan untuk menciptakan penghantar listrik yang bisa berfungsi dengan baik dan tentunya aman digunakan. Kawat yang kemudian dipercaya sebagai salah satu alat terbaik untuk menghantarkan listrik pun perlu dilindungi oleh suatu bahan tertentu agar arus listrik yang melewatinya tidak membahayakan.

Hingga akhirnya, pada pertengahan abad ke 19, para ilmuan menemukan suatu bahan yang pas untuk membungkus kawat listrik. Pembungkus kawat listrik itu tidak lain dan tidak bukan adalah bahan karet atau plastik yang dipercaya dapat meredam arus listrik di dalam kawat. Wujud kawat listrik yang dibungkus oleh bahan karet atau plastik itu lah yang kini kita lihat sebagai kabel listrik yang dijual di pasaran dan tentu saja biasa kita gunakan.

Power Cable

Setelahnya, kabel listrik pun terus dikembangkan agar bisa memenuhi berbagai kebutuhan yang membutuhkan arus listrik. Para distributor kabel listrik pun menyediakan berbagai jenis ukuran besar kabel, berbagai ukuran panjang kabel, hingga ragam bentuk serabut kabelnya. Semakin tinggi arus listrik yang dibutuhkan, semakin tebal juga kabel (atau pembungkus kabel) yang harus dipakai. Hal ini penting dipertimbangkan untuk menghindari kemungkinan terbakar atau korslet pada kabel yang mengalirkan arus listrik tinggi.

Perkembangan kabel listrik oleh para distributor kabel listrik pun semakin pesat lagi teruatama setelah memasuki abad ke dua puluh, ketika para ilmuan menemukan bahan tembaga sebagai bahan kabel atau alat penghantar listrik yang paling baik.

Kini, dengan teknologi kabel listrik yang semakin berkembang, berbagai kebutuhan listrik di dunia pun bisa terpenuhi. Dari kebutuhan listrik yang paling sederhana seperti kebutuhan mengisi sumber daya telepon genggam dan berbagai alat elektronik, hingga kebutuhan untuk memasok sumber daya listrik ke seluruh pelosok dunia. Semuanya bisa terpenuhi dengan adanya teknologi yang maju.

Selain itu, banyak juga distributor kabel listrik yang bermunculan dan mempermudah siapa pun untuk mendapatkan produk kabel listrik. Kabel listrik bisa didapatkan dengan mudah di toko-toko yang menjual bahan bangunan atau alat-alat listrik. Meskipun demikian, memilih kabel listrik tetap tidak boleh sembarangan. Ketahui dengan pasti untuk apa kabel itu nanti dipakai. Jika masih bingung, ada baiknya untuk bertanya orang yang mengerti seperti si penjual itu sendiri.

Demikianlah sekiranya definisi kabel listrik dan sejarah perkembangannya. Hingga kini, tidak menutup kemungkinan jika kabel listrik dan teknologi lainnya juga akan terus berkembang.